hanya saja kau tampak lebih terang bukan benderang tentunya tetapi terang. Jika kau adalah aku, perwujudan apakah kau ? Tetapi tetap saja diam dan suram tenggelam dalam palung pikiran kita masing - masing. Hei kau dan aku adalah sama, serupa, sejiwa, tentunya rasaku adalah rasamu, ceritaku adalah ceritamu. Mengapa kita tak berbincang, cerita masa kecil kita. Apakah kau masih mengingatnya ?
Segala kidung keceriaan dunia kecil kita, aku yakin kau pasti masih ingat setidaknya kita
melewatkan masa kecil indah walau tak megah.
Menjelang remaja, aku tidak ingin mengingatnya, sebagian aku hapus dari memoriku kataku.
Tetapi kau tentunya pasti masih ingat dan merekam semuanya lebih baik karena kau adalah aku
bagian dari diriku walaupun aku berusaha tak mengingatnya. Segala sumpah serapah,caci maki
dan bilur kesakitan nyata kita lalui saat jelang remaja. Kau tentunya merasakan yang
sama seperti yang aku rasakan, duduk terpekur diujung gelap mengubah sakit jadi tekad.
Waktu itu sering aku mengajakmu berbincang tentang apa yang kita lalui dan rasakan tapi
kau hanya tersenyum diantara tangis yang muncul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar