Minggu, 01 November 2015

Anak - Anak Jermal

Nasib pekerja jermal yang sebagian besar adalah anak - anak dibawah umur seakan dilupakan.
Selama ini pemerintah banyak membicarakan nasib kaum buruh dan perjuangannya serta memperjuangkan kenaikan UMR yang sesuai dengan standart hidup layak. Tetapi pemerintah benar - benar melupakan nasib para pekerja jermal yang notabene adalah anak - anak dibawah umur. Kita seakan tutup telinga dan mata akan nasib penderitaan mereka. Dengan upah yang jauh dari kata layak, jam kerja yang tidak tentu membuat anak - anak itu kehilangan masa kecil, kehilangan kegembiraan untuk sekedar bermain dan bermimpi tentang masa depannya. Mereka melupakan sekolah yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencerdaskan anak - anak negara ini. Ribuan jumlah mereka yang tersebar diseluruh perairan yang ada di negara ini. Patut dipertanyakan fungsi dan peran dari Komnas Perlindungan Anak,
Dimana kontribusi mereka untuk para anak - anak pekerja jermal, mana peran dan suara Kak Seto untuk memperjuangkan nasib mereka. Komnas Perlindungan Anak, Kak Seto seakan - akan hanya heboh dan ribut jika masalah anak - anak tersebut telah diliput infotainment, melibatkan pejabat atau public figure. Ditengah hiruk pikuk kemajuan ekonomi dan perbaikan ekonomi Indonesia yang selalu digembar - gemborkan pemerintah dan media, kita harus mengakui dan menyadari bahwa ada anak - anak dinegeri ini yang masih bergulat dengan penderitaan dan bekerja untuk menghidupi mereka sendiri dan melupakan semua kegembiraan masa kecil mereka.Untuk itu dibutuhkan sebuah usaha keras dan besar untuk benar - benar bisa menyelesaikan permasalahan pekerja anak yang ada dibumi Indonesia.
Kalo bukan kita sendiri yang mengkritisi segala kebijakan dan ketidakadilan yang ada di negeri ini,
siapa lagi yang akan dan bisa mengkritisinya. Berubahlah dari diri kita sendiri, perhatikan anak -
anak kita sendiri dan anak - anak dilingkungan sekitar kita karena mereka pantas dan layak untuk
diperhatikan.

dipantara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar